![]()
MANAMA - Pemimpin tertinggi Formula Satu (F-1) Bernie Ecclestone mengabaikan kekhawatiran pembalap pada butiran pasir yang dapat mengganggu jalannya balapan Grand prix (GP) Bahrain, Minggu (4/4). Ecclestone bahkan mengaku puas dengan kesiapan Sirkuit Sakhir di Bahrain yang bernilai US$ 150 juta ini.
"Segala ketakutan mengenai pasir di sirkuit hanya omong kosong. Orang-orang yang sudah ada disini, bahkan tidak pernah melihat adanya pasir di lintasan," tegas Ecclestone di Manama, Bahrain, Kamis (1/4).
Pernyataan bos F-1 itu untuk menanggapi komentar juara dunia Michael Schumacher. Pembalap andalan tim Ferrari itu diberitakan khawatir dengan risiko masuknya pasir masuk ke lintasan. Selain dapat mengganggu jarak pandang, pasir juga dapat merusak mesin kendaraan.
Schumacher tiba di sirkuit Sakhir hari Kamis (1/4). Setelah melihat-lihat bangunan sirkuit yang dibuat selama dua tahun, dia menyempatkan diri menjajal lintasan dengan menggunakan sepeda motor kecil. "Saya belum melihat adanya masalah sampai saat ini. Ternyata penyelenggara lomba membuat sirkuit dengan profesional, sangat mengagumkan. Namun badai pasir tetap merupakan masalah," tegas Schumacher.
Pembalap yang biasa dipanggil Schumi itu juga mengaku kagum dengan tata ruang dan fasilitas sirkuit. Menurut dia, kondisi di sirkut dapat membuat para mekanik bekerja seoptimal mungkin. Untuk meminimalkan masalah butiran pasir tersebut, pihak penyelenggara sudah menyemprotkan lem khusus di daerah sirkuit. Sehingga risiko terkena terpaan butiran pasir yang dapat masuk ke sirkuit menjadi kecil kemungkinannya.
Bahrain dinilai bakal menjadi sirkuit termodern dalam kalender balapan F-1. Namun predikat itu dapat saja diambil Cina, yang juga memulai debut di ajang F-1 pada GP Shanghai, September mendatang. Ecclestone mengaku saat ini memang ada perbedaan yang mencolok, antara sirkuit baru yang kebanyakan berada di Asia dengan sirkuit-sirkuit lama di Eropa.
Bagi Ecclestone, Sirkuit di Bahrain jauh lebih bagus ketimbang Silverstone di Inggris. "Sebenarnya tidak hanya Silverstone saja yang sudah ketinggalan. Tetapi banyak sirkuit yang lainnya. Saya harapkan adanya pembangunan di sirkuit-sirkuit yang tertinggal itu," jelasnya.
Sementara itu, pembalap penguji tim Renault Franck Montagny merasa yakin kesempatan pembalap untuk melakukan overtaking, bakal banyak terjadi di GP Bahrain. Keyakinan itu diucapkannya setelah berjalan kaki mengelilingi lintasan sirkuit.
"Kami tiba di sirkuit kemarin (31/3), dan kelihatannya sangat menyenangkan. Saya melihat tidak adanya tikungan cepat, kemudian yang tercepat adalah tikungan sembilan dan 12 yang kemungkinan dapat dilakukan pembalap dengan gigi empat. Banyak pengereman yang mesti dilakukan, dan kemungkinan kehilangan waktu dapat terjadi karena itu," jelas Montagny.
Untuk ban, pembalap penguji asal Prancis itu yakin bakal kembali perang ban antara Bridgestone dan Michelin. Kemungkinan ban yang cocok di lintasan dengan kondisi udara panas seperti itu adalah ban yang bertipe lembut. Montagny juga yakin setiap saat pasir dapat berhamburan jika diterpa angin. (eurosport.com/L-9)