JAKARTA - Peluang Indonesia untuk meloloskan atletnya di cabang loncat indah Olimpiade 2004 kini hanya tinggal di nomor individu saja. Setelah gagal di nomor sinkronisasi papan 10 m putri pada babak kualifikasi di Athena Februari lalu, Indonesia tinggal menyisakan nomor individu papan 10 m putri melalui atletnya Sheny Ratna Amelia.
Menurut pelatih Shenny, Harly Ramayani, peluang untuk lolos ke Athena tinggal di kualifikasi Olimpiade kedua yang berlangsung di Roma, Italia. Event yang bakal digelar bulan Mei mendatang itu bertajuk FINA Diving Grand Prix.
"Mengenai jumlah kuota untuk Olimpiade, saya belum tahu pasti. Tetapi pada babak kualifikasi itu mempertandingkan gerakan-gerakan yang sama dengan yang dipertandingkan di SEA Games, Vietnam," jelas Harly di Jakarta, Kamis (1/4).
Harly mencontohkan sejumlah gerakan yang bakal dipertandingkan di Roma, seperti 3,5 salto Somervault. Jumlah seluruh gerakan yang dinilai ada lima, dan diyakini Harky semuanya sudah dimatangkan gerakannya oleh Shenny. "Ini merupakan peluang terakhir kita. Moga-moga saja dapat lolos," harap Harly.
Menurutnya kegagalan Shenny dan Sukmawati Dias pada kualifikasi pertama di Athena terjadi karena latihan tidak fokus. Masalah seputar visa, dana dan keberangkatan ke Yunani beberapa waktu lalu itu diyakini menyebabkan latihan kedua atlet peloncat indah putri yang meraih emas di SEA Games beberapa waktu lalu ini, terpecah. Sehingga mengakibatkan penampilan keduanya tidak maksimal.
Visa keberangkatan ke Yunani misalnya, baru didapat hanya sehari menjelang keberangkatan ke sana. Bahkan untuk mendapat dana, Harly dan kedua atletnya mencari sendiri keperluannya.
Untuk itu, Harly mengharapkan kejadian seperti di Athena tidak lagi terulang di Roma. Sehingga penampilan Shenny dapat terfokus dan tampil maksimal. (L-9)