PALEMBANG - Sebanyak 12 jenazah korban tabrakan kereta api (KA) Limex Sriwijaya dengan bus PO Sinar Dempo BG 3459 BA di Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (1/4) dinihari, diserahkan ke pihak keluarga Jumat (2/4) sore. Sementara itu, tabrakan beruntun juga dilaporkan terjadi antara beberapa mobil angkutan saat kampanye di Tegal, Jawa Tengah (Jateng) hingga menyebabkan tiga orang terluka.
Pejabat Rumah Sakit Umum (RSU) Baturaja, Kabupaten Oku (sekitar 250 km dari Palembang) yang dihubungi Jumat (2/4) pagi menuturkan, 12 jenazah korban tabrakan kereta api dengan bus itu akan diautopsi lebih dulu sebelum diserahkan ke keluarganya masing-masing. Dia juga menyebutkan, korban jiwa dalam musibah tersebut tidak bertambah.
Tabrakan maut itu itu sendiri terjadi antara kereta api (KA) Sriwijaya yang berangkat dari stasiun Tanjungkarang (Bandarlampung) dengan tujuan stasiun Kertapati (Palembang) dengan bus PO Sinar Dempo nomor polisi BG 3459 BA yang berangkat dari Jakarta dengan tujuan Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel). Tabrakan maut terjadi di jalur rel kereta api Km 201 di perlintasan kereta api antara stasiun Gilas dengan stasiun Martapura
Korban yang meninggal seketika sebanyak 10 orang di tempat kecelakaan, dua lainnya meninggal setelah dibawa ke rumah sakit. Korban meninggal yang bisa teridentifikasi adalah Ruslan bin Juli (30) sopir cadangan bus Sinar Dempo, Harizal Arfan (33), Paimin sopir cadangan 2, M. Aji Aryanto (40), Sukaesih Wijaya (30) asal Kabupaten Lahat, Rafli asal Banding Agung, Kabupaten Lahat dan Feri (20), Pipin, dan Badariyah (48).
Sedangkan korban yang luka-luka sebanyak 18 orang antara lain Ondaik, warga Lahat, Supriyanto (51) warga Pagaralam, , Hidayat (18) warga Tangerang, Dedek (3), Joni Arfendi (29), Masnah (50) warga Baturaja Barat, Sugeng (30) warga Pagaralam, Rini Hartika (25) warga Pagaralam, Tina warga Pendopo, Helvis (24) warga Pagaralam Joni Musliadi (24) warga Pagaralam, Harno (49) warga Pagaralam, Firdaus (35) warga Muaraenim, , Lifa (10), Tiara (2,5) Nadi (30), Rini Yunus (21) warga Pendopo, dan Medi (28) warga Pagaralam.
Kapolres OKU, AKBP Drs. Budi Setyadi, Msi, mengatakan, lokasi kecelakaan merupakan perlintasan sebidang yang tidak memiliki pintu perlintasan. Akibat tabrakan tersebut kondisi bus rusak berat dan terseret sejauh sekitar 150 meter ke arah stasiun Martapura.
Menurut Budi Setyadi, setelah mendapat informasi kecelakaan tersebut, ia bersama anggota Polres OKU langsung ke tempat kecelakaan dan langsung melakukan evakuasi. Malam itu dilakukan evakuasi, kondisi mayat hampir sebagian tak bisa dikenali karena hancur dan di saku baju atau celana tidak dijumpai identitas mereka. Kemudian mayat dan korban yang luka-luka lalu dibawa ke RSU Ibnu Sutowu dan RS DKT di Baturaja serta ke Puskesmas Martapura.
Dari pemeriksaan terhadap saksi, yaitu kernet bus Jon (31) dan 19 orang penumpang yang selamat, terungkap bahwa bus Sinar Dempo membawa penumpang seluruhnya 32 orang, sebanyak 29 orang penumpang dan tiga lainnya adalah awak bus, yaitu satu sopir, sopir cadangan dan kernet.
Dari keterangan sementara, saat melintas di lintasan kereta api, tiba-tiba mesin bus mati mendadak dan dari arah stasiun Gilas datang kereta api Sriwijaya yang langsung menabrak bagian tengah badan bus. Bus pun terseret sekitar 150 meter,katanya.
Sementara itu, menurut Basnawi, Humas PT Kereta Api Indonesia (PT KA) divisi regional (Divre) III, tabrakan tersebut terjadi antara bus dengan kereta api Sriwijaya yang berangkat dari Tanjungkarang dengan nomor lokomotif CC 2011129 yang dikemudikan masinis Aan Antarudin dan asisten masinis Suzairin.
Beruntun
Sedangkan tabrakan beruntun yang melibatkan berbagai jenis kendaraan terjadi di Jalan Raya Talang Kabupaten Tegal, Jateng, Kamis siang selain mengakibatkan tiga orang menderita luka-luka berat, juga sempat membuat kemacetan selama satu jam. Kapolres Tegal, AKBP Drs.M.Iriawan ketika dikonfirmasi Pembaruan Kamis petang mengatakan, tabrakan itu berawal dari kendaraan Izuzu Panther R 9296 NA yang dikemudikan Budi Sumekto (34) dari arah Selatan, berhentik mendadak di tengah jalan sementara dari arah yang sama minibus jurusan Tegal-Purwokerto G 1446 GG yang dikemudikan Zaenal Maarif (40) menyeruduk Panther tersebut.
Di belakang minibus juga melaju kencang mobil sedang Honda Grand G 5975 LC yang dikemudikan Sertu Fauzin anggota Koramil Jayinegara Kabupaten Tegal. Fauzin pun menabrak minibus, sehingga ia menderita luka-luka yang cukup serius di bagian kepalanya, karena jatuh ke kanan jalan dan tak sadarkan diri. Sementara itu dari belakang mobil sedan ini meluncur sebuah truk pengangkut pasir E 8475 HA yang dikemudikan Toiman (27). Dalam kejadian ini, Toiman berusaha membanting stir ke kanan dan berusaha menyalip minibus. Namun dari arah berlawanan melaju mobil angkota Tegal-Banjaran nomor G 1386 E dengan kecepatan tinggi yang dikemudikan Ahmad Nur. Akibatnya tabrakan pun tak bisa dihindarkan. Sopir angkota dan seorang penumpangnya Isaroh (25) luka berat karena terdorong bodi mobil angkota yang ringsek dan tiga orang yang mengalami luka berat. (133/057)