PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akan melakukan restatement (penyajian kembali) laporan keuangan tahun 2002, sehubungan dengan adanya penyesuaian perhitungan biaya kesejahteraan karyawan, terutama dana pensiun.
"Kami akan melakukan restatement untuk laporan keuangan 2002 saja. Jadi dihitung dari tahun 2001 tapi disajikan dalam laporan keuangan 2002, sehingga akan ada perubahan retained earning (laba ditahan)," kata Direktur Utama t Antam Deddy Aditya Soemanegara, di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Rabu (31/3).
Menurut dia, restatement dilakukan karena ada pembebanan yang didistribusikan dari tahun-tahun sebelumnya dan akan dihitung sekaligus, sehingga dapat menimbulkan beban akrual di masa mendatang.
"Kami memilih untuk melakukan restatement karena kedepannya nanti ada amortisasi, jadi lebih berat karena mengurangi laba," ujar Deddy. (J-9)
Inco Bagi Dividen 20 Sen Dolar AS Per Saham
PT International Nickel Indonesia Tbk (Inco) akan membagikan dividen tunai sebesar 20 sen dolar AS per saham kepada pemegang saham untuk tahun buku 2003. Dividen tersebut lebih besar dibandingkan tahun 2002 yang hanya sebesar US$ 1 sen.
"Pembagian dividen untuk tahun buku 2003 akan kami lakukan mulai 13 Mei 2004 kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Inco pada 28 April 2004," kata Presiden Direktur Inco, Bing Tobing, di Jakarta, Kamis (1/4).
Bing mengatakan, tingginya dividen tahun 2003 dibandingkan tahun sebelumnya disebabkan peningkatan laba bersih Inco yang cukup signifikan, yakni 245 persen dari US$ 30.282 pada 2002 menjadi US$ 104.185 pada 2003. (J-9)