SUARA PEMBARUAN DAILY

Matsushita Relokasi Pabrik AC dan Pompa Air ke Indonesia

JAKARTA - Perusahaan elektronik Jepang, Matsushita akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi pendingin ruangan (air conditioner/AC) dan pompa air baik untuk pasar domestik maupun ekspor dalam rangka memperkuat posisinya di pasar global. Hal itu dilakukan dengan merelokasi pabrik AC di Malaysia dan pabrik pompa air di Jepang, ke Indonesia.

Demikian dikatakan Presiden Direktur Panasonic Manufacturing Indonesia, Horikawa Shuji, di Jakarta, Kamis (2/4). Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan pada sejumlah produk elektronik rumah tangga, seperti AC, lemari es, dan pompa air.

Oleh karena itu, Matsushita yang memproduksi barang elektronik dengan merek Panasonic, akan menghentikan produksi AC 3/4 PK nya di Malaysia dan memindahkannya ke Indonesia, sehingga produksi AC di Indonesia tidak hanya AC 1/2 PK tetapi juga 3/4 PK. Seluruh barang elektronik yang diproduksi di Indonesia nantinya untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan ekspor.

Selain memindahkan produksi AC dari Malaysia ke Indonesia, Matsushita juga mengalihkan produksi pompa airnya dari Jepang ke Indonesia. Langkah ini ditempuh karena produksi pompa air di Jepang sudah tidak efisien akibat mahalnya biaya tenaga kerja.

Alasan relokasi karena pabrik pompa air di Indonesia memiliki daya saing yang lebih tinggi, di samping juga paling besar. Dengan demikian dinilai layak untuk menjadi basis produksi pompa air untuk pasar domestik maupun ekspor ke seluruh dunia.

Horikawa juga mengatakan, dalam rangka pembagian produksi unggulan dari investasinya di berbagai negara, pihaknya akan mengkonsentrasikan produksi lemari es satu pintu dan dua pintu di bawah 250 liter di Indonesia, sedangkan sisanya di negara lain, di antaranya di Taiwan yang khusus memproduksi lemari es tiga pintu.

Demikian pula dengan mesin cuci yang diproduksi di Indonesia akan dikonsentrasikan untuk produk twin tube (dua tabung), sedangkan di Malaysia mesin cuci otomatis, dan Thailand produksi mesin cuci dua tabung yang kapasitasnya lebih besar dari Indonesia.

Investasi

Mengenai rencana investasi tambahan di Indonesia, Horikawa mengatakan, saat ini rata-rata investasi yang dilakukan setiap tahunnya mencapai sekitar US$ 60 juta. "Investasi tambahan sangat bergantung pada sejauh mana Pemerintah Indonesia bisa memberi insentif kepada kami sebagai investor yang sudah 33 tahun berada di sini," katanya.

Dia mengungkapkan, total investasi Matsushita di Indonesia sejak 1970 mencapai 32,1 miliar yen, atau nomor dua terbesar investasi perusahaan Jepang itu di ASEAN, setelah Malaysia yang sebesar 44,8 miliar yen.

Ia mengkhawatirkan, jika invetasi di Indonesia kalah menarik dan kurang bersaing, tidak tertutup kemungkinan Matsushita juga memindahkan basis produksinya ke negara lain. "Seperti air mengalir ke tempat yang lebih rendah, investasi kami juga demikian," tegasnya.

Di Indonesia Matsushita melakukan kerja sama dengan mitra lokal Nasional Gobel dengan komposisi saham 60:40 dan tidak berubah sampai sekarang kendati nama perusahaan telah berganti. Sebagaimana diketahui sejak 1 April 2004, PT Nasional Gobel telah berubah menjadi PT Panasonic Manufacturing Indonesia dan PT Nasional Panasonic Gobel menjadi PT Panasonic Gobel Indonesia.

(N-3/A-10)


Last modified: 2/4/04