SUARA PEMBARUAN DAILY

Awasi Politik Uang di Masa Tenang

KUPANG - Praktik politik uang dari calon anggota legislatif (caleg) dan partai politik (parpol) peserta pemilu dikhawatirkan akan meningkat di masa tenang pada 1 sampai 4 April mendatang. Pada saat-saat seperti ini masing-masing parpol atau caleg akan memanfaatkan kesempatan untuk menarik simpati masyarakat guna meraih suara terbanyak pada pelaksanaan pemungutan suara 5 April 2004.

Demikian ditegaskan oleh juru kampanye nasional (Jurkamnas) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Khofifah Indar Parwansa di sela-sela kampanye partai tersebut di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu lalu.

Kampanye tersebut dihadiri oleh sekitar 3.000 orang kader dan simpatisan PKB. Massa yang memadati Stadion Starda, Kota Kupang itu, sebelumnya berkonvoi keliling kota dengan menggunakan sepeda motor dan truk sambil berorasi. Panasnya terik matahari Kota Kupang tidak membuat massa bergeming. Mereka terus meneriakkan yel "hidup PKB"dan "PKB menang".

Menurut Khofifah, untuk mengatasi praktik politik uang, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) baik di tingkat pusat mampun provinsi/ kabupaten/kota dan kecataman harus mensinergi kekuatan dengan berkoordinasi atau bekerja sama dengan Forum Rektor atau lembaga pemantau pemilu lainnya, sehingga parpol atau caleg yang melakukan politik uang dalam masa tenang bisa langsung ditindak tegas.

"Pada masa kampanye saja caleg dan parpol secara terang-terangan melakukan politik uang, apalagi pada masa tenang di mana orang mulai lengah dengan ketentuan dan peraturan pemilu yang ada. Karenanya, Panwaslu dan KPU serta lembaga pemantau independen harus mencermati fenomena politik uang selama tiga hari masa tenang itu," katanya.

Mantan menteri Pemberdayaan Perempuan semasa pemerintahan Abdurrahman Wahid itu berpendapat, potensi politik uang terjadi karena ada beberapa parpol yang memiliki potensi untuk menebar uang dan membagikan sembilan bahan pokok (sembako) kepada massanya.

"Saya mendengar beberapa parpol sudah menyiapkan depo-depo untuk menampung sembako dan akan didistribusikan kepada titik-titik tertentu di Jawa Timur. Dan parpol yang melakukan hal ini adalah parpol yang memiliki kemampauan finansial dan membagikan sembako," ujarnya. (149)


Last modified: 29/3/04