SUARA PEMBARUAN DAILY

SBY: Setuju dengan Koalisi Bersih

PEMBARUAN/YC KURNIANTORO

KAMPANYE DEMOKRAT -Calon Presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, menyampaikan pidato politiknya ketika kampanye terbuka di Lapangan Kemayoran, Jakarta, Minggu (28/3). Puluhan ribu pendukungnya yang datang dari berbagai wilayah di Jakarta membanjiri lokasi kampanye putaran terakhir partai itu.

JAKARTA - Mantan MenkoPolkam yang juga calon presiden Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY), mengatakan saat ini pihaknya masih belum membicarakan masalah koalisi bersih yang belakangan mulai marak diangkat untuk menciptakan sebuah pemerintahan Indonesia yang lebih baik.

Namun, SBY menuturkan ide untuk membentuk koalisi bersih tersebut sudahlah sejalan dengan semangat yang dianut partainya. "Kita jalani dulu pemilu ini," ujarnya kepada wartawan seusai menyampaikan orasi politik di hadapan ribuan kader dan simpatisan Partai Demokrat dalam kampanye putaran terakhir di bekas Lapangan Terbang Kemayoran, Minggu (28/3).

Sebelumnya ia menjelaskan pemimpin Indonesia hasil Pemilu 2004, harus menandatangani kontrak politik yang intinya akan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara. "Pemerintah mendatang harus yang benar-benar bersih dan tidak korup, mampu berkomunikasi dengan rakyat serta tanggap pada aspirasi rakyat. Siap bertanggung jawab kepada rakyat. Saya yakin kalau bisa seperti itu, maka Indonesia bisa lebih baik lagi," katanya.

Tampil dengan kemeja lengan pendek dan celana panjang berwarna biru ini menegaskan, korupsi harus diberantas, tidak ada diskriminasi yang berdasarkan SARA, setiap warga masyarakat harus saling menghormati perbedaan. Masalah pengangguran harus diatasi, daya beli dan perekonomian rakyat harus ditingkatkan. "Jangan lupa beri kehormatan pada demokrasi dan hak asasi manusia,'' tegasnya yang disambut dengan teriakan "setuju" oleh massa pendukungnya.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Demokrat, RMH Heroe Syswanto atau yang lebih akrab dipanggil Sys NS menuturkan partainya adalah partai miskin dan selalu dianaktirikan. Pasalnya, kampanye yang seharusnya digelar di Gelora Bung Karno dipindahkan ke bekas lapangan terbang Kemayoran.

"Partai Demokrat adalah anak tiri yang miskin dan disakiti terus, dari stadion (Gelora Bung Karno) dipindah ke Kemayoran Besar, dari situ dipindah ke tempat kumuh. Padahal kita sudah tanggung mendirikan panggung malam-malam, disuruh bongkar lagi," katanya.

Dalam kampanye kali ini yang dibuka dengan pembacaan puisi oleh Sys NS, satgas Partai Demokrat bersikap kurang bersahabat dengan wartawan, karena banyak di antara 'kuli tinta' yang tidak mempunyai tanda pengenal dari panitia. Bahkan salah seorang petugas Panwaslu Kecamatan Kemayoran, Rahmat Basuki mengeluhkan sikap satgas Partai Demokrat. (ADI/A-4))


Last modified: 29/3/04