
Pembaruan/Jurnasyanto Sukarno
TERBAHAK-BAHAK - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri tertawa terbahak-bahak saat menyanyikan lagu "Bulat-bulat bundar" di hadapan ratusan ribu pendukungnya, di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (28/3). Dalam kampanye terbuka putaran terakhir ini massa PDI-P "memerahkan" Jakarta.
JAKARTA - Keberhasilan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mengerahkan massa pada sebagian besar kampanyenya di beberapa daerah di Indonesia, menerbitkan kepercayaan bahwa pada pemilu nanti partai berlambang banteng bulat itu masih akan mendapat dukungan mayoritas dari rakyat. Namun hal ini tidak berarti PDI Perjuangan akan menang mutlak di semua provinsi.
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri saat berpidato di depan puluhan ribu massanya di Gedung Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (8/3) mengatakan, kedatangan massa PDI-P yang banyak di setiap kampanye yang digelarnya menunjukkan bahwa partainya masih mendapat dukungan mayoritas rakyat.
Megawati tidak percaya pada anggapan sebagian masyarakat bahwa banyaknya massa yang berhasil dikerahkan PDI-P, tidak signifikan dengan hasil yang bakal dicapai dalam pemilu, karena belum tentu massa yang hadir tersebut akan memilih PDI-P. Menurutnya, masyarakat masih tertarik pada ideologi PDI-P yakni Pancasila dan ingin mempertahankan negara NKRI. "Saya yakin PDI-P didukung rakyat karena ideologi Pancasila. Kalau Pancasila tidak dipertahankan, morat-marit negara ini," katanya.
Dalam kampanye terbuka yang dihadiri puluhan ribu pendukung dan simpatisan partai ini ini, Megawati tampak larut dalam emosi massanya. Dia bahkan ikut berjoget ketika grup musik Dewa yang ikut meramaikan kampanye, membawakan lagu Separuh Nafas.
Di tempat sama, salah satu tokoh partai, Taufiq Kiemas mengatakan, PDI-P tidak mungkin memenangkan Pemilu 2004 di semua daerah. Ada beberapa wilayah di Indonesia yang tidak menjadi basis perolehan suara bagi partai ini.
"Kita kan bukan Tuhan, tidak mungkin kita menang di semua daerah, pasti ada yang kalah juga," kata Taufiq. Beberapa daerah yang dimaksud adalah kawasan Timur Indonesia serta Sulawesi, serta sebagian Sumatera seperti Pekanbaru dan Riau.
"Di daerah-daerah itu, suara kita akan naik, tetapi masih belum bisa menandingi Golkar. Yang besar tetap perolehan suara di sebagian Sumatra dan Jawa. Beberapa daerah di kawasan itu PDI Perjuangan bisa mendapatkan lebih dari 40 persen suara," jelasnya.
Sesuai jadwal, kampanye terbuka PDI Perjuangan dimulai pukul 14.00 WIB. Namun, sejak jam 11.00 WIB massa sudah mulai memadati jalanan di sekitar Glora Bungkarno. Sebagain di antaranya terlihat berasal dari luar kota, seperti Lampung dan Jawa Barat. Hal ini terlihat dari nomor mobil yang mereka tumpangi. Mereka langsung membaur dengan massa yang berasal dari Jakarta.
Megawati yang juga Presiden RI tiba di Senayan pukul 13.55 WIB dengan pengawalan yang cukup ketat dari paswalpres. Mega yang juga didampingi suaminya, Taufiq Kiemas dan beberapa petinggi parta seperti Pramono Anung dan Roy BB Janis langsung menyampaikan orasi selama 20 menit. Kedatangan Megawati langsung mengalihkan perhatian massa dari panggung hiburan oleh para artis ke Ketua Umumnya yang berpidato di panggung kehormatan.
Berkaitan dengan banyaknya kader partai dari luar wilayah Jakarta yang turut meramaikan kampanye kali ini, Wakil Sekjen PDI-P Mangara Siahaan mengakui sulit untuk mencegah keinginan simpatisan PDI-P dari luar Jakarta untuk tidak menghadiri kampanye terbuka ini. "Aturannya memang sudah ada, namun bagaimana kita bisa mencegah mereka. Apalagi mereka juga sudah tahu akan ada rapat akbar PDI-P di Senayan," kata Mangara.
Dalam hal pengerahan massa kali ini, DPP menyerahkan masalah ini kepada DPD PDI-P DKI, karena penyelenggara kampaye kali ini adalah DPD PDI-P DKI Jakarta.(K-10)