
AP/FELICE CALABRO
TEMBAKAN KAKA - Pemain asal Brasil yang juga pemain depan klub AC Milan Kaka (kiri) melepaskan tembakan bola untuk menghindari hadangan pemain Chievo Simone Perrotta, pada lanjutan pertandingan Liga Sepakbola Seri-A Italia, di Stadion San Siro, Milan, Minggu (28/3).
LONDON - Dua klub raksasa Eropa, Manchester United (MU/Inggris) dan AC Milan (Italia), selamat dari kekalahan saat menghadapi lawan-lawannya di kompetisi liganya masing-masing, Minggu (28/3).
Selamatnya MU dan Milan tersebut sama-sama terjadi saat pertarungan memasuki menit terakhir. "Setan Merah" MU, yang sudah pasrah karena hingga menit ke-85, klub asuhan pelatih Sir Alex Ferguson ini sudah tertinggal 0-1 dari musuh bebuyutannya "The Gunners" Arsenal dalam pertarungan Liga Utama Inggris 2003/2004 di Stadion Highbury, London.
Penyerang haus gol Arsenal asal Prancis, Thierry Henry yang malam itu bermain taktis, membuka pertandingan lewat golnya di menit ke-50. Tendangan keras dan melengkung Henry dari luar kotak penalti gagal ditepis kiper kedua MU Roy Carrol. Carrol kehilangan pandangannya karena Henry melepaskan tendangannya persis di hadapan pemain belakang MU John O'Shea. Pandangan Carrol tertutup oleh tubuh O'Shea sehingga dia tidak menyangka kalau guliran bola tendangan Henry melambung bukan menyusur tanah.
Pada menit ke-59, Ferguson mencoba memainkan penyerang asal Prancis Louis Saha menggantikan Eric Djemba-Djemba. Saha, yang baru pulih dari cederanya menjadi penyelamat MU melalui gol yang dia jaringkan di menit ke-86, setelah memanfaatkan umpan silang yang menusuk ke mulut gawang Jens Lehmann.
Hasil imbang itu memperpanjang rekor tak terkalahkan Arsenal dari 30 pertandingannya. Catatan prestasi Arsenal itu melewati rekor sebelumnya yang dipegang Leeds United pada musim kompetisi 1973/74 dan Liverpool 1987/88 dengan 29 kali tak terkalahkan.
Bukan hanya rekor tim, hasil dari pertandingan yang disaksikan sekitar 38.000 penonton termasuk pelatih tim nasional Inggris Sven-Goran Eriksson yang baru saja kontraknya diperpanjang oleh FA hingga 2008 tersebut juga memperpanjang rekor bagi Henry. Dengan atau gol yang dicetaknya itu, Henry menegarkan posisinya sebagai pencetak gol terbanyak dengan 22 gol. Satu gol itu pula semakin memperbanyak jumlah gol Henry sepanjang penampilannya di Liga Utama Inggris yaitu 104 gol.
Sementara bagi kubu MU, seperti yang dijelaskan Ferguson, hasil imbang itu merupakan suatu hasil yang sangat memuaskan. Menurut dia, kalau melihat dari jalannya pertarungan, sebenarnya Arsenal lebih berpeluang untuk menang.
Bahkan, Ferguson yang selama masih terlibat "perang dingin" dengan pelatih Arsenal Arsene Wenger dengan sportif mengatakan bahwa Arsenal sangat pantas untuk menjuarai Liga Utama Inggris saat ini.
"Arsenal memainkan determinasi sepakbola yang sangat bagus. Mereka memiliki satu hingga dua peluang emas di babak petama. Kalau peluang itu bisa melahirkan gol, di mata saya itu adalah gol yang spesial. Akan tetapi, dengan hasil ini, kami sudah membuktikan kepada semua orang bahwa MU belum mati," kata Ferguson.
Sementara itu, Arsene Wenger menjelaskan bahwa dirinya kecewa timnya gagal menuai tiga point dari pertandingan ini. "Kami merasa bahwa kamilah yang berhak memenangkan pertandingan ini. Akan tetapi, para pemain sudah memperlihatkan kehebatannya dalam dua pertandingan berat yang mereka arungi, yaitu melawan MU dan Chelsea," kata Wenger.
Dalam dua pertandingan lainnya, tuan rumah Bolton berhasil mengalahkan klub tangguh Newcastle United 1-0 lewat gol tunggal Henrik Pedersen saat pertandingan bergulir empat menit di Stadion Reebok. Sedangkan di Stadion The Walkers, Leicester berhaisl memaksa klub elite lainnya Liverpool tanpa gol (0-0).
Sheva Sang Penyelamat
Nasib MU di Highbury, sama seperti nasib AC Milan saat menjamu "Gialloblu" AC Parma di Stadion San Siro, Milan, dalam lanjutan Liga Italia Seri A. Milan yang nyaris kalah setelah hingga menit ke-79 tertinggal 0-2 dari lawannya, akhirnya berhasil menutup pertarungan dengan hasil imbang 2-2.
Penyerang asal Ukraina yang masuk di babak kedua (menit ke-46), menggantikan penyerang asal Denmark Jon Dahl Tomasson, menyelamatkan Milan dari kekalahan setelah berhasil mencetak gol kedua di menit ke-90. Sheva -panggilan akrab Shevchenko- menggedor gawang mantan kiper nasional Italia Luca Marchegiani melalui sundulannya yang memanfaatkan tendangan melambung Rui Costa dari sektor kanan. Satu gol itu memantapkan posisi Sheva sebagai pencetak gol terbanyak dengan 20 gol. (AP/F-4)