SUARA PEMBARUAN DAILY

Lintas

Caleg PDI-P Divonis Tiga Bulan

Seorang caleg dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) untuk Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Musa Bistolen, divonis tiga bulan penjara karena terbukti melakukan pemalsuan ijazah SLTA. Vonis itu disampaikan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kupang yang dipimpin Mion Ginting SH, Sabtu (27/3).

Sesuai dakwaan jaksa penuntut umum, Sukwanto Koho SH, Bistolen dengan sengaja memalsukan ijazah SLTA untuk melengkapi persyaratan menjadi caleg PDI-P di Kabupaten Kupang. Perbuatan terdakwa diakui dua saksi yang diperiksa di depan persidangan. Bistolen sendiri mengakui perbuatannya di depan majelis hakim, berarti dia telah melanggar Pasal 174 ayat 4 UU Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilu.

Putusan majelis hakim tersebut leih ringan satu bulan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang sebelumnya meminta agar terdakwa dihukum empat bulan penjara dan denda Rp 1 juta. Bistolen yang warga Desa Bismarak Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang itu menyatakan menerima vonis. (120)

KPU Jatim Diprotes KH Mudjib

KH MUDJIB Imron SH, calon anggota legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Timur (Jatim) yang diajukan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim melancarkan protes ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim karena sosialisasi caleg DPD masih dianggap sebelah mata dan sangat jauh dari ideal. KPU Jatim menurut pengasuh Ponpes Al Yassini, Pasuruan itu, dinilai tidak serius menyosialisasikan format kertas suara hingga ke desa-desa.

"Sosialisasi kertas suara DPD Jatim sampai H-7 dari jadwal pencoblosan baru sampai di tingkat kabupaten, kota saja. Bahkan dalam sosialisasi itu tidak mencantumkan seluruh nama caleg," ujar Gus Mudjib, panggilan KH Mudjib Imron ketika melakukan audensi di depan pengurus PWNU Jatim, Minggu (28/3) kemarin.

Kiai yang memiliki basis nahdliyin yang relatif besar di Pasuruan itu juga menemukan belum sampainya sosialisasi pencoblosan kartu suara yang menjadi tanggung jawab KPU sampai ke tingkat kecamatan, apalagi desa. (070)

Taput Dilanda Hujan Es

Sejumlah kota di Wilayah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dilanda hujan es sekitar setengah jam, Minggu (28/3) sore. Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa, tapi sempat menghebohkan masyarakat di kota itu.

Informasi yang diperoleh Pembaruan menyebutkan, hujan es itu turun sekitar pukul 15.00 WIB, membentuk kristal-kristal kecil. Hujan es itu turun di permukiman masyarakat yang tinggal di dataran tinggi, di antaranya di Pegunungan Bukit Barisan. Mereka yang sedang berada di luar rumah bisa merasakan dan melihat dengan jelas turunnya hujan es tersebut, karena es yang jatuh sangat terasa mengenai kepala dan wajah. Selain itu, warga yang berada dalam rumah, bisa mendengarkan suara yang ribut saat hujan es jatuh ke atap seng.

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Cabang Polonia Medan Firmansyah, ketika dihubungi mengaku mendengar kejadian hujan es di Tarutung, sore itu. Menurutnya, kejadian ini masih tergolong sangat kecil, karena akan terulang di daerah lainnya, terutama di daerah dataran tinggi.

"Puncak hujan es diperkirakan bulan April dan Mei 2004 ini. Hal ini terjadi karena gumpalan awan sangat tinggi dan jauh jaraknya dengan permukaan bumi. Awan turun membentuk es karena keadaan bumi tergolong lembab," jelas Firman. (AHS/N-6)

Hadiah Kambing untuk TPS Terbaik

GUNA mendorong semangat para Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu Legislatif 2004, Camat Kota Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), Eddy Wiyono melancarkan kiatnya dengan menyediakan hadiah dua ekor kambing untuk dua tempat pemungutan suara (TPS) yang bangunan dan penyelenggaraannya terbaik, tanggal 5 April mendatang.

"Ada 10 TPS di wilayah kecamatan kami, dan semua warga tampak sangat antusias dalam menyukseskan hari pencoblosan 5 April mendatang sekaligus memperebutkan hadiah dua ekor kambing," ujar Eddy Wiyono yang oleh Bupati setempat diacungi jempol karena ide kreatifnya itu.

Langkah inovatif Camat Eddy Wijono tersebut dipuji Panwaslu setempat yang kemudian berharap barangkali perlu ditiru camat se-Kabupaten Ponorogo . (070)


Last modified: 29/3/04