KUPANG - Sembilan warga Pulau Sukun, Kecamatan Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan tewas setelah bersama-sama mengonsumsi sejenis ikan laut hasil tangkapannya, Kamis (25/3) lalu. Penyebab kematian sembilan warga itu diduga keracunan sianida, tetapi apakah berasal dari ikan atau air minum masih sedang diteliti dinas kesehatan setempat.
Demikian Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr Ignatius Henyo Kerong didampingi Kepala Puskesmas Teluk Maumere, dr Dino Gagah kepada Pembaruan di Kupang, Senin (29/3) pagi. Dikatakan, penyebab kematian warga tersebut diduga sejenis racun yang diidentifikasi sebagai sianida.
Sebab, ternyata mengalami kerusakan ginjal. Namun, belum diketahui sumber racun yang mematikan tersebut hingga pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan maupun minuman serta urine korban.
Dari keterangan salah seorang warga kepada dokter di RSU, korban yang tewas keracunan ternyata ada yang tidak mengkonsumsi ikan, tetapi hanya makan kue dan minum dari air dalam tempayan di rumah Nadimun. Mereka yang keracunan, justru yang mengkonsumsi ikan yang dimasak di rumah Nadimun.
Sedangkan warga lainnya yang mengkonsumsi ikan yang sama tetapi dimasak sendiri, ternyata tidak mengalami keracunan.
Dijelaskan, tim dokter yang diterjunkan ke Pulau Sukun telah memeriksa kondisi 48 warga lainnya yang tidak mengalami keracunan.
Padahal, mereka juga mengkonsumsi ikan yang sama. Sebab itu, diduga sembilan korban tewas tersebut bukan keracunan ikan, tetapi akibat racun yang mencemari tempayan air minum yang ada di TKP.
Menurut Henyo Kerong, sembilan warga yang tewas tersebut masing-masing Nasrin (13), Nasrudin (25), Windari (5), Nahawia (26), Arham (10), Jubaida (40), Suhaini (11), Nurja (20) dan terahkir Nadimun (47). Sementara lima korban lainnya masih menjalani perawatan di RSU TC Hillers Maumere dan kondisinya kian membaik. Yakni Samiala (69), Waeca (24), Nuribada (20) dan Masyudi (45).
Gubernur Piet Alexander Tallo SH secara terpisah menyatakan prihatin atas musibah yang menimpa warga Pulau Sukun tersebut. (120)