SURABAYA - Sebanyak 40 buah robot lolos seleksi tahap pertama Kontes Robot Indonesia (KRI). Tujuh robot di antaranya dari Surabaya, Jawa Timur.
Ketujuh robot asal Surabaya itu, Dosomuko, Super-Hanu-Man, TimBo, SIFAA dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) serta Wimatek R dan Simple Plan dari Universitas Widya Mandala Surabaya dan Guk-guk Petra dari UK Petra Surabaya. Demikian dijelaskan Sekretaris Tim Seleksi tahap ini yang juga anggota Dewan Juri KRI 2004, Ir Dadet Pramadihanto, M.Eng, pd.D.
ITS ditunjuk untuk melakukan sosialisasi pelaksanaan Kontes Robot Indonesia tahun 2004. KRI 2004 ini akan dilaksanakan pada 10-11 Juli tahun 2004 di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Jakarta. Sebelum lomba secara nasional, Tim Penyelenggara akan mengunjungi semua calon peserta untuk mengetahui persiapan akhir. KRI juga untuk memilih wakil Indonesia guna mengikuti Kontes Robot Dunia - Robocon Korea 2004 yang akan dilaksanakan pada 11 September tahun 2004 di Korea Selatan.
Penyelenggaraan KRI tahun 2004 ini menurut Wakil Ketua Pelaksana KRI 2004, Ir Gigih Prabowo bertema"Pertemuan Rama dan Shinta'' yang diadopsi dari tema besar Robocon Korea "Reunion Of Separated Lovers Gyeonwoo and Jiknyeo''.
Dengan tema ini robot harus berperan sebagai Rama yang membawa golden kiss untuk Shinta. Rama harus melewati jembatan untuk menyerahkan golden kiss itu.
Tetapi karena jembatan yang akan dilewati baru setengah jadi, maka robot Rama harus menyelesaikan pembangunan jembatan. Robot yang paling cepat menyerahkan golden kiss karena penyelesaian jembatan lebih cepat selesai, maka menjadi pemenang.
Kejuaraan robot tingkat nasional itu nantinya juga diselenggarakan bersamaan dengan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2004. KRI lebih menitikkan pada pertandingan yang peraturannya mengadopsi dengan pertandingan tingkat internasional. Sedangkan KRCI menekankan pada tingkat kecerdasan yang mengadopsi dari lomba robot di Amerika Serikat.
Gigih menjelaskan, untuk KRI diproyeksikan akan diikuti sebanyak 32 kelompok dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) se-Indonesia.
Sedangkan KRCI ditargetkan dapat diikuti sebanyak 20 tim. KRCI bertema "Robot Cerdas Pemadam Api.'' Dikatakan untuk mengikuti kedua kontes itu, calon peserta diharapkan mengirimkan proposal untuk diuji tim juri. Proposal yang lolos berhak melanjutkan pembuatan robot untuk mengikuti lomba.
ITS pernah menjadi juara kontes robot tingkat internasional melalui Robot B-Cak pada tahun 2001 yang diselenggarakan Asia Pasific Broadcasting (ABU) Robocon. Tetapi selama dua tahun terakhir ITS sekalipun terpilih mewakili Indonesia setelah menjadi juara pertama KRI, tidak mampu mengulang sukses Robot B-Cak. (029)