JAKARTA - Anggota keluarga Ny Mulyasih dan Ferdiansyah memindahkan barang-barang dari rumah kontrakan mereka di Kampung Sindang Karsa RT 03/08, Jalan Bakti ABRI, Sukamaju Baru, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, sejak Sabtu (27/3) malam hingga Minggu (28/3) pagi. Menurut tetangga Ny Mulyasih, hanya tinggal keluarga Ustad Oman Rachman yang belum memindahkan barang-barang dari dalam rumah kontrakan itu.
Kedua keluarga itu sejak Sabtu (27/3) hingga Minggu (28/3) pagi keluar-masuk ke dalam rumah sambil ditemani oleh anggota kepolisian untuk mengambil barang mereka. Salah satu keluarga diinformasikan memindahkan barang-barang mereka ke kerabatnya di daerah Cinere, Depok, Jawa Barat. "Entah keluarga Ny Mulyasih atau keluarga Ferdiansyah. Ada yang pamitnya ke Cinere tetapi tidak tahu siapa," ujar seorang warga yang tidak mau disebut namanya.
"Mungkin kalau Ny Mulyasih walaupun sudah dilepaskan polisi, ia masih tetap datang ke Polda. Karena anaknya masih ditahan di sana. Kalau di sini sehari-harinya sepi hanya ada polisi yang menjaga," ujar warga itu, Minggu (29/3).
Steril
Hingga saat ini di sekitar lokasi masih dibatasi oleh police line dan dijaga oleh anggota polisi dari Polres Depok. Mereka menjaga dari tiga jalan akses yang menuju kedua rumah kontrakan itu. Hal ini bertujuan agar lokasi tersebut dalam keadaan steril.
"Kalau ada instansi lain yang ingin melihat lokasi seharusnya mendapat izin dari Kapolda. Saya ditugaskan untuk menjaga lokasi ini tidak boleh dimasuki oleh orang lain kecuali penyidik kasus ini," ujar salah seorang anggota Polres Depok di lokasi.
Rumah para pelaku ledakan itu terdapat di dua kompleks kontrakan yang jaraknya hanya sekitar 30 meter saja. Rumah kontrakan pertama berjarak 50 meter dari mulut Gang Kampung Sindang Karsa dengan Jalan Bakti ABRI.
Rumah kontrakan pertama adalah sebuah rumah berukuran 15x20 meter yang disekat menjadi tiga petak.
Rumah itu dihuni oleh keluarga Andri Susanto alias Kholik dan istrinya, Inggrid Wahyu Cahya, serta ibu mertuanya, Ny Mulyasih Sugeng, tinggal di petak sisi paling kiri. Ustad Oman Rahman dan istrinya Nina di bagian tengah. Sedangkan di bagian paling kanan tinggal keluarga Ferdiansyah.
Kompleks rumah kontrakan kedua ditinggali oleh tersangka yang lainnya. Rumah kontrakan yang kedua ini lebih kecil dari lokasi yang ditempati oleh keluarga Ny Mulyasih dan Oman Rahman.
Masing-masing rumah kontrakan itu memiliki ciri petak tiga, sebuah rumah dengan tiga ruangan; ruang tamu, kamar tidur, dan dapur serta kamar mandi. Di lokasi ledakan yang berada di bagian belakang petakan Ny Mulyasih terdapat tanah kosong.
Lokasi ledakan berada di bagian belakang petak yang dihuni oleh keluarga Ny Mulyasih, pojok kiri kompleks kontrakan itu. Walaupun dinyatakan low explosive, ledakan itu membuat jebol plafon dan ubin rumah. Namun, ledakan itu tidak melukai penghuni rumah.
Menurut Kepala Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri Brigjen Pol Dudon, bahan peledak di Cimanggis berdaya ledak rendah. "Mengapa tidak ada korban luka pada peristiwa itu karena kebetulan lokasi kejadian terbagi pada tempat yang disekat-sekat yang menimal dapat meredam getaran," kata Dudon, Senin pagi. (KR/G-5)