Pengacara senior Prancis, Jacques Verges, yang pernah membela Ketua Gestapo, Klaus Barbie dalam pengadilan di Prancis, telah diberi kuasa untuk membela mantan pemimpin Irak, Saddam Hussein.
Verges, Minggu (28/3), mengatakan, ia telah menerima surat dari keponakan Saddam Hussein, Ali Barzan al-Tikriti, yang secara resmi memberi tugas kepadanya.
Sebagai seorang pengacara kondang, Verges meniti karirnya dengan pertama-tama menerima dan membela klien yang kontroversial, seperti pernah menjadi pengacara Ketua Gestapu Klaus Barbie, Carlos The Jackal dan Slobodan Milosevic. Sehingga keputusannya membela Saddam Hussein tidaklah mengejutkan.
Pengacara senior itu mengatakan, ia diberi tugas oleh keponakan Saddam melalui sepucuk surat. Alasan pemilihan Verges sebagai pembela, karena pria itu dikenal kerap mengambil posisi yang berseberangan dengan pandangan ortodoks tentang para terdakwa yang dibelanya.
Sekarang Verges sudah memiliki kerangka mengenai kemungkinan strategi pembelaan berdasarkan dukungan Barat terhadap Saddam Hussein pada tahun 1980-an. Namun masih diperlukan beberapa waktu sebelum ia dan kliennya muncul di pengadilan.
Apalagi, untuk saat ini, pengadilan Irak yang sengaja dibentuk untuk mengadili para anggota mantan rezim Saddam Hussein, belum sepenuhnya berfungsi. Pengadilan - yang dibentuk oleh Dewan Pemerintah Irak itu - mengatakan, proses pengadilan terhadap Saddam Hussein akan digelar di Irak, oleh para hakim Irak, dengan para penasihat pakar hukum internasional.
Tapi sejauh ini, Saddam Hussein belum dikenai dakwaan, dan tanggal pengadilan pun belum ditetapkan, sehingga kemungkinan persidangan tidak bisa dilakukan segera dalam tahun ini. Kasusnya pun mungkin bukan yang pertama yang akan diajukan ke pengadilan.
Selain itu masih ada halangan-halangan teknis dan yuridis lain seputar pengadilan itu, terutama mengenai status Saddam sebagai tawanan perang Amerika Serikat (AS). Status tersebut membuat Irak tidak punya hak untuk mengadili Saddam Hussein. Karena itu, para pejabat Irak bertekad akan meminta status Saddam Hussein diubah ketika pendudukan koalisi secara resmi berakhir pada bulan Juli. (AP/L-8)