
AP/Greg Baker
TANGKAP PENGUNJUK RASA - Seorang pengunjuk rasa menangis saat ditangkap oleh polisi di depan Istana Presiden di Taipei, Taiwan, Minggu (28/3). Lebih dari 1.000 polisi antihuru hara mengusir para pengunjuk rasa.
TAIPEI - Pemimpin oposisi Taiwan, hari Minggu (28/3), menyatakan setuju bertemu dengan Presiden Chen Shui-Bian. Pertemuan tersebut dilakukan untuk mendiskusikan penghitungan suara kembali menyusul perselisihan yang terjadi menyangkut hasil pemilu di Taiwan, pekan lalu. Dengan kesediaan pihak oposisi untuk berunding, krisis politik yang melanda Taiwan beberapa pekan terakhir mendekati titik resolusi.
Presiden Chen kemarin mengundang Lien Chan, pemimpin Partai Kuomintang, agar bertemu dengannya hari Senin ini (29/3). Chen juga mendukung gagasan digelarnya investigasi independen untuk mengungkap penembakan dirinya serta Wapres Annette Lu. Ajakan berunding disampaikan Presiden Chen setelah Chan, yang berorasi di depan sekitar 300.000 pengunjuk rasa yang menggelar aksinya di depan istana kepresidenan kemarin, menuntut penghitungan suara kembali atas hasil pemilu Taiwan.
Para pengunjuk rasa menuduh Chen melakukan kecurangan dalam pemilu, di mana dia mengalahkan Lien dengan jumlah suara kurang dari 30.000. Mereka juga menuduh upaya pembunuhan terhadap Chen sehari sebelum pemilu sebenarnya direkayasa oleh presiden sendiri, tuduhan yang dianggap Chen sebagai penghinaan terhadap integritasnya.
Chan mengatakan unjuk rasa tidak akan dibubarkan sebelum tujuan mereka tercapai. Presiden Chen mengatakan dia akan segera memerintahkan dilakukan penghitungan suara kembali apabila pihak opisisi mengajukan gugatan hukum terhadap hasil pemilihan.
Investigasi Independen
Sementara itu, jurubicara Partai Nasionalis yang berada di pihak oposisi kemarin juga menyambut hangat investigasi independen untuk mengungkap teka-teki penembakan pada hari penghitungan suara, 20 Maret kemarin. Penembakan tersebut hanya mencederai Chen tidak terlampau parah, dan diduga kuat berpengaruh terhadap kemenangan Chen dalam pemilu.
Chan yang berasal dari Partai Nasionalis dan pasangannya, James Soong, menuduh pemilihan diwarnai ketidakberesan dan mengklaim penembakan itu memberikan dukungan kemenangan bagi Chen secara tidak adil dari para pemilih yang simpati atas kasus penembakan itu. Meskipun demikian, kalangan oposisi tidak mempunyai cukup bukti soal tuduhan tersebut.
Juru bicara pihak oposisi, Daniel Huang, kepada para wartawan kemarin belum memberikan kepastian soal jam dan tempat pertemuan akan berlangsung. Namun Huang memastikan pertemuan antara Presiden Chen dan kelompok oposisi hari Senin ini akan terbuka bagi wartawan. Para pendukung kampanye Lien Chan diharapkan akan memasukkan petisi hari ini soal penghitungan suara ulang. Pengacaranya, Huang Shan-shan, mengatakan petisi juga akan meminta pembuktian soal penembakan. Shan-shan menegaskan dirinya akan meminta pula para hakim untuk mempertimbangkan apakah referendum yang digelar bersamaan dengan pemilihan presiden hanyalah cara kampanye yang dipelopori Chen.
Lien Chan menentang referendum tersebut, yang terfokus soal hubungan dengan Cina. Chan juga sukses memperoleh dukungan mayoritas pemilih untuk memboikot referendum tersebut.

Penghitungan suara ulang
Pengadilan Tinggi Taiwan telah membuat kesimpulan soal apa saja yang dibutuhkan untuk penghitungan suara ulang. Namun Presiden Chen mengatakan, ia akan meminta pengadilan meninggalkan proses hearing soal bukti-bukti, dan memerintahkan agar penghitungan suara dilakukan secepatnya. Tindakan Chen tersebut secara signifikan akan mempersingkat proses penghitungan suara ulang sedikitnya enam bulan, jika dibandingkan apabila hakim menggelar dengar pendapat lebih dulu untuk mengevaluasi bukti-bukti yang ada.
Presiden telah meminta dilakukan investigasi independen yang dipimpin Henry Lee, seorang pakar forensik, yang ikut terlibat menyelidiki kasus OJ Simpson di Amerika Serikat (AS).
Dalam wawancara dengan Televisi Kabel CTI Taiwan, Lee mengaku sepakat untuk bergabung dengan upaya membongkar kasus penembakan. Berbicara dari San Fransisco, pakar berdarah Taiwan-Amerika ini mengatakan investigasi balistik akan sangat mudah karena selongsong peluru dan proyektil ditemukan.
Para pengunjuk rasa menuduh Chen melakukan kecurangan dalam pemilu, dimana dia mengalahkan Lien dengan jumlah suara kurang dari 30.000. Mereka juga menuduh upaya pembunuhan terhadap Chen sehari sebelum pemilu sebenarnya direkayasa oleh presiden sendiri, tuduhan yang dianggap Chen sebagai penghinaan terhadap integritasnya.
Walaupun Chen telah mengatakan akan mendukung penghitungan kembali dengan segera, para anggota parlemen Taiwan sejauh ini belum sepakat tentang bagaimana melakukan berbagai perubahan yang diperlukan dalam undang-undang pemilu Taiwan. (AP/BBC/E-9)