SUARA PEMBARUAN DAILY

Ryaas Kritik SBY sebagai Figur yang Lamban

BANDUNG - Presiden Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PDK), Ryaas Rasyid mengatakan Partai PDK tidak akan mencalonkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Akbar Tandjung, Megawati, dan Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) sebagai presiden karena tidak yakin mereka bisa memimpin pemerintahan yang lebih baik untuk bangsa Indonesia.

"SBY lambat mengambil keputusan. Kalau dia jujur pada rakyat harusnya dari awal tahun lalu dia mundur, tidak lewat konferensi pers seperti ini tapi dengan surat resmi pada presiden. Tapi dia memilih meninggalkan presidennya setelah sampai ujung dan menjelang masa kampanye seperti ini," ujar Ryaas mengkritik SBY di Bandung, Selasa (16/3)

Dalam kampanyenya, di Lapangan Lodaya Bandung itu, dia mengatakan PDK bertekad untuk melahirkan pemerintahan yang lebih cerdas, amanah dan tidak korupsi pada untuk membawa rakyat keluar dari krisis multidimensi.

Dirampok

"Sudah 59 tahun kita merdeka tapi banyak anak-anak kita tak bisa melanjutkan sekolah, penggangguran makin banyak sementara hasil alam kita diangkut dan dirampok habis-habisan. Kita butuh pemerintahan yang lebih baik yang mengabdi pada aspirasi dan kesejahteraan rakyat," ujarnya ketika berorasi di depan lebih dari 1.000 massa PDK.

Terkait dengan SBY, menurut Ryaas partainya tak berminat 'meminang' SBY karena tidak memiliki etika pemerintahan yang baik. Apapaun yang terjadi kedudukan sebagai menteri adalah kedudukan terhormat dan walau seorang menteri berbeda pendapat dengan presiden, dia harus menghormati presidennya sampai akhir jabatan.

Laporan dari Medan menyebutkan Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid menegaskan bahwa dia belum melakukan ke- sepakatan dengan SBY sebagai Wakil Presiden RI, bila PKB memenangkan Pemilu 2004

"Sampai saat ini saya belum ada menyatakan akan menjadikan SBY sebagai pasangan dalam pemilihan presiden nanti. Kami belum pernah membuat suatu kesepakatan dan tidak ada ucapan seperti itu," ujar Gus Dur menjawab wartawan di VIP Room Bandara Polonia Medan, Selasa (16/3).

Gus Dur menyampaikan penegasan itu menyusul adanya penjelasan dari Ketua Umum PKB Alwi Shihab dalam kampanye baru - baru ini, menyebutkan, PKB menempatkan SBY sebagai calon Wapres tahun ini, namun bisa ditempatkan sebagai Capres jika Gus Dur terhalang dalam persyaratan.

Tidak Benar

"Saya tidak pernah akan mencalonkan SBY sebagai pasangan dalam pemilihan presiden mendatang. Itu tidak benar, lagi pula memang tidak ada kesepakatan. Terserah orang mau bilang apa. Pemilu saja belum selesai," tegas mantan Presiden RI ini.

Gusdur turun bersama rombongan untuk melakukan rangkaian kampanye di Brastagi, disambut Gubernur Sumatera Utara HT Rizal Nurdin, Ketua DPW PKB Sumut, Aris Azhari Siagian beserta unsur pengurus PPKB lainnya. (AHS/150)


Last modified: 17/3/04