DENPASAR - Putri sulung mantan Presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut, capres Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), mendahuli Megawati kampanye di Kabupaten Buleleng yang dikenal daerah panas setiap menjelang pemilu. Megawati sendiri sesuai jadwal, baru akan tampil di daerah ini (30/3).
Ketika tampil sebagai jurkam dalam kampanye PKPB yang berlangsung di Gedung Kesenian Manik Singaraja, Selasa (16/3), Tutut mengingatkan simpatisan dan kader PKPB agar tetap menciptakan kedamaian di Bali. ''Kader PKPB harus menunjukkan jiwa besar, jangan mengajak orang lain membuat onar,'' katanya seraya menambahkan kalau Bali ini suka bikin onar, turis akan tidak mau datang ke Bali yang menjadi barometer bagi pariwisata Indonesia.
Di tempat terpisah, Ketua Umum PKPB R Hartono mengatakan, pernyataan bahwa dirinya adalah antek Soeharto sebenarnya lebih merupakan respons atas berbagai tekanan politik yang telah dialaminya selama lebih dari lima tahun ini. "Jika mau jujur, mereka itu kan yang selalu menyebut saya antek Pak Harto atau Soehartois selama lebih dari lima tahun ini" katanya dalam sebuah konferensi pers seusai kampanye di Gedung Gde Manik, Buleleng, Bali.
Menurutnya, selama ini ia tidak berusaha menolak tudingan tersebut, walaupun sebenarnya tudingan itu dimaksudkan untuk membunuh karakternya di masyarakat. "Ngapain harus ngurus hal yang begitu," katanya.
Selain itu, ia tidak melihat hal yang salah pada diri Soeharto yang dianggapnya sebagai Gurunya itu, walaupun ada yang yang salah di masa lalu. Menurutnya, sebaiknya hal itu dijadikan cermin untuk menatap ke depan. "Jadikan kesalahan masa lalu untuk meraih kejayaan bangsa di masa depan," tandasnya.
Lebih jauh Tutut mengatakan, kedamaian yang kita inginkan di daerah Bali ini semuanya tergantung dari masyarkat Bali, termasuk kader PKPB. Karena itu, ciptakan kedamaian ini dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya yang ada dan berkembang di masyarakat Bali. Dia mencontohkan, sistem subak atau irigasi pengairan, harus dijaga supaya tetap lestari.
Demikian juga dalam bidang kerajinan, lanjutnya, Bali memiliki kekayaan kerajinan yang tiada taranya. ''Saya sering bilang pada teman-teman, jangan macam-macam pada orang Bali, nanti bisa diukir, karena orang Bali pintar mengukir,'' katanya berseloroh.
Selain menampilkan Tutut, kampanye PKPB kemarin dihadiri Ketua Umum PKPB R. Hartono, Ketua DPD PKPB Bali Putu Gede Jaya dan simpatisan serta kader PKPB dari Buleleng dan kabupaten lain di Bali. Dalam kampanyenya, Hartono juga mengingatkan agar kader PKPB selalu ikut menjaga persatuan dan kesatuan Bali.
Menurutnya, Indonesia itu adalah Bali. Di Bali, katanya, warganya berbeda agama tetapi tetap bisa hidup rukun, sopan dan tenteram. ''Indonesia itu Bali,'' katanya.
Tutut kemarin tiba di Singaraja pukul 14.30 wita langsung menuju Sekretariat PKPB, lalu dari sekretariat dia berjalan kaki menuju Gedung Kesenian yang berjarak sekitar 750 meter. Prosesi kampanye yang berakhir sekitar pukul 15.30 Wita itu berlangsung lancar dan damai dihadiri ribuan simpatisan PKBP dari seluruh Bali.
Sementara itu Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. Hidayat Nur Wahid dalam orasi politiknya GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (16/3) mengajak para simpatisan dan kadernya untuk menolak ajakan menjadi anteknya Soeharto. Karena, tambah Hidayat, alternatif pembangunan Indonesia bukan hanya orde baru maupun orde reformasi yang telah gagal sekarang ini.
"Kita sebagai generasi baru jangan mau menjadi generasi setrika. Bolak-balik, balik-bolak dibawa ke orde Soeharto, dibawa ke orde yang sekarang telah gagal. Oleh karena itu (saya) menolak mereka yang mengatakan keadaan sekarang lebih buruk dari dulu, maka bangsa Indonesia diajak ke jaman dulu. Alternatifnya adalah jaman yang baru dengan politk yang damai, demokrasi dan pemberdayaan perempuan," tegasnya. (ADI/137)