SUARA PEMBARUAN DAILY

Hari Ketujuh Kampanye di Palu Masih Sepi

PALU - Kegiatan kampanye di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), relatif sepi meski sudah memasuki hari ketujuh. Kondisi cuaca yang sering turun hujan pada pagi hingga siang hari, membuat suasana kampanye oleh partai-partai politik kurang marak di daerah ini.

Pada Rabu (17/3), dijadwalkan enam parpol akan berkampanye namun karena hujan turun sejak pagi hari, hingga pukul 10.00 WITA tidak terlihat ada tanda-tanda parpol akan turun kampanye di jalan-jalan. Padahal jadwal kampanye yang ditetapkan KPU Kota Palu dibatasi untuk pagi hari mulai pukul 09.00 - 14.00 dan sore hari pukul 14.00 - 16.00 WITA.

Partai-partai yang harus harusnya turun kampanye hari ini di Palu Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB), Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) dan Partai Persatuan Nadhatul Ummah Indonesia (PPNUI).

Anggota KPU Kota Palu, Amran Bakri Naim mengatakan, pihaknya bersama Panwaslu setempat terus memantau jalannya kampanye dan akan menindak parpol yang berkampanye di luar jadwal.

Sebelumnya Selasa (16/3), tiga parpol di Palu melakukan kampanye di lapangan terbuka yakni Partai Bulan Bintang (PBB) di lapangan bolakaki Abadi, Talise, PPP di lapangan Gelanggang Mahasiswa Untad dan Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD) di lapangan sepak bola jalur dua Palu.

Namun kampanye ketiga parpol relatif sepi dan hanya menampilkan jurkam-jurkam lokal. Kampanye PBSD misalnya, hanya dihadiri puluhan pendukungnya, menyebabkan jurkam-jurkam parpol tersebut terlihat tidak bersemangat untuk berbicara di atas panggung.

Kapuas

Sementara itu, Kampanye PDI-P di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah dihadiri ribuan massa. Kampanye yang dilakukan di wilayah kecamatan Kapuas Murung, Selasa (16/3) itu menjukan bahwa partai berlambang banteng gemuk mulut putih itu masih mendapat dukungan dari masyarakat.

Jurkam Nasional PDI-P, Agustin Teras Narang SH tampil dipanggung tidak seperti biasanya yang selalu berbicara berapi-api, dia hanya berbicara singkat. Dikatakan, dia tidak ingin bicara mengubar janji, terlebih Kapuas merupakan daerah kelahirannya, karena dirinya yakin, masyarakat sekarang kritis dan dapat menilai, figur mana yang dapat mereka percayakan.

"Saya tidak berjanji muluk-muluk, yang penting apa yang menjadi aspirasi dan keinginan masyarakat, akan saya perjuangkan hingga titik darah penghabisan, jika masyarakat masih memilih dan mempercayai saya sebagai wakil rakyat, kata Caleg nomor urut 1 dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah itu.

Sementara itu dari kampanye Partai Amanat Nasional (PAN) di lapangan Sepak Bola Pinus, menampilkan juga jurkam nasional caleg nomor urut 1 dari Kalteng, Drs Nurul Falah Eddy Pariang.

Makassar

Kendati diguyur hujan deras, sekitar 6.000 massa PDI-P tetap bersemangat memadati Lapangan Emmy Saelan, Perumnas, Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mengikuti pidato politik pada kampanye putaran kedua PDI-P, di Makassar, Selasa.

Kampanye yang berlangsung di kubu Partai Golkar itu berjalan aman, menampilkan juru kampanye (Jurkam) Rudi Piter Gony, Ida Yusuf Madjid, Anwar Fatta, Litha Limpo, H Andi Potji dan Muhtar Djuma. Andi Potji dan Muhtar Djuma sendiri, masih duduk di kursi legeslatif yakni DPRD Sulsel dan DPRD Makassar, diisi hiburan artis lokal dan grup kesenian Yayasan Angingmammiri Makassar (YAMA).

Menurut Rudi, salah seorang jurkam, massa PDI-P itu
berasal dari seluruh kecamatan, dan sebagian dari Kabupaten tetangga, Gowa. Rencananya, kampanye akbar ini akan dihadiri 12 ribu pendukung PDI-P akan tetapi karena hujan deras, yang datang hanya sekitar 7.000 orang.

Dalam pidato politiknya, Rudi Piter Gony mengungkan, masyarakat tidak bisa menutup mata bahwa pemerintahan Megawati Soekarnoputri telah membawa banyak perubahan, diantaranya, nilai kurs cenderung stabil, pajak Rp 1 juta ke bawah menjadi tanggungan pemerintah dan adanya pemberdayaan masyarakat ekonomi lemah. (148/128/106)


Last modified: 17/3/04