KUPANG - Jumah rumah penduduk yang mengalami kerusakan akibat badai Cumulonimbus atau angin puting-beliung di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Rabu (17/3), tercatat sudah mencapai 158 unit. Kerusakan terparah di Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Oebobo dengan jumlah rumah yang rusak berat sebanyak 70 unit.
Camat Oebobo, Dumuliahi Djami yang dihubungi Pembaruan, Rabu pagi mengatakan, sesuai laporan tim pemantau yang diterjunkan ke berbagai kelurahan, kerusakan rumah penduduk juga terdapat di Kelurahan Oebobo sebanyak 41 unit, Naikoten II sebanyak 16 unit, Bakunase lima unit, Naikolan 21 unit dan Sikumana sebanyak lima unit.
Dikatakan, saat ini tim teknis dari Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Kupang tengah melakukan pendataan di lapangan sehingga kemungkinan angka kerusakan rumah penduduk akan terus bertambah, khususnya dari wilayah kecamatan lainnya.
Sesuai pantauan Pembaruan di wilayah Naikoten I, kerusakan terparah di kawasan pemukiman padat di belakang Balai Pengobatan Advent di Jln Soeharto. Hampir seluruh rumah warga RT15/ RW 06 rusak berat karena atapnya diterbangkan angin.
Warga setempat terlihat bergotong-royong membongkar atap seng yang masih tersisa tapi sudah rusak dan membersihkan kawasan pemukiman itu dari sampah yang bertebaran akibat bencana tersebut. Seluruh warga yang terkena musibah untuk sementara mengungsi ke Gedung Kebaktian Gereja Silo (GMIT) yang dijadikan Posko Bencana Alam.
Lurah Naikolan, Nixon M Lay kepada Pembaruan mengatakan, hujan yang masih terus mengguyur Kota Kupang dan sekitarnya menambah penderitaan warga yang terkena musibah. Untuk berlindung, warga terpaksa mengungsi ke rumah warga lainnya yang tidak mengalami kerusakan.
Secara terpisah, Kepala Kesbanglinmas Kabupaten Ende, Drs Gabriel Tobi Sona per telepon jarak jauh dari Ende menginformasikan, hujan lebat disusul angin kencang menyebabkan empat rumah warga hancur ditimpa pohon tumbang. Namun tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Angin kencang juga merusak tanaman warga seperti pisang dan kelapa di Kelurahan Ipi, Wo-loare dan beberapa kawasan lainnya dalam Kota Ende.
Dikatakan, sejumlah petugas telah diterjunkan ke berbagai kecamatan untuk melakukan pendataan. Itulah sebabnya, yang ada barulah laporan sementara yang diperoleh dari kelurahan yang ada di dalam kota. Untuk itu, diharapkan para camat dapat memberikan laporan pendahuluan lewat fasilitas Single Side Band (SSB) agar dapat diambil langkah penanganan selanjutnya
Longsor
Sementara itu, hujan deras yang turun sejak Selasa (16/3) pagi hingga malam hari membuat sebuah bukit batu cadas di Desa Widoro Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen, Jateng, longsor dan menimpa sejumlah rumah yang ada di bawahnya. Lima rumah tertimbun total hingga hancur dan belasan lainnya rusak, serta retak-retak. Akibat bencana tersebut, 40 jiwa terpaksa diungsikan. Mereka ditampung di tenda-tenda yang dibangun di tempat yang aman.
Bupati Kebumen, Hj Dra Rustriningsih MSi yang dihubungi lewat telepon genggamnya Rabu pagi menyatakan, prihatin dengan adanya kejadian tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi, telah dibuka dapur umum.
Gresik
Sedangkan dari Gresik, Jawa Timur (Jatim), dilaporkan, genangan air yang menimpa ratusan hektar tambak ikan bandeng di desa-desa di Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik belum juga surut akibat luberan air Kali Lamong sehingga menganggu kelancaran arus lalu lintas antara Gresik - Lamongan. (120/057/029)