SUARA PEMBARUAN DAILY

Sulit Galang Massa, Kampanye Gagal

JAMBI - Beberapa parpol di Kota Jambi gagal melaksanakan kampanye sesuai jadwal yang ditentukan akibat kesulitan menggalang massa dan kekurangan dana pelaksanaan kampanye. Partai-partai tersebut melakukan kampanye dengan cara silaturahmi dari rumah ke rumah warga

Sementara kampanye rapat umum Partai Bulan Bintang (PPB) Sumsel yang dijadwalkan Selasa (16/3) batal akibat pihak pengelola Gedung Aula Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 membatalkan sewa gedung secara mendadak. Pengurus partai yang menjadi penitian kampanye sempat kalang kabut karena sebelumnya pihak pengelola sudah mengizinkan aulanya, yang memang sudah dikomersilkan ini, untuk kampanye.

Wakil Ketua Panwaslu Kota Jambi Kaspul Anwar kepada Pembaruan di ruang kerjanya Selasa mengatakan, partai yang batal kampanye di kota itu hari Selasa siang adalah Partai Bintang Reformasi (PBR). Sedianya partai pimpinan KH Zainuddin MZ tersebut kampanye terbuka di GOR Kotabaru namun batal karena massa yang akan mengikuti kampanye sedikit.

Disebutkan, Panwaslu Kota Jambi Selasa siang juga menerima surat pemberitahuan pembatalan kampanye di lapangan terbuka dari Partai Persatuan Nahdatul Ummah Indonesia (PPNUI). Seharusnya partai tersebut kampanye di lapangan Persijam Kota Jambi Rabu (17/3) pagi. Namun kampanye tersebut dibatalkan karena kekurangan massa dan dana.

Sementara itu, keterangan yang diperoleh Pembaruan dari anggota Panwaslu Provinsi Jambi Kasrianto SPd, Selasa, di Kota Kualatungkal, Kabupaten Tanjungjabung Barat, beberapa parpol juga tidak melaksanakan kampanye sejak putaran pertama. Partai yang tidak kampanye tersebut, Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK), PBR, PPNUI dan PPD, Partai Pelopor dan Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI). Sedangkan parpol yang tidak kampanye di daerah itu Selasa ialah PPP.

Di Medan, ratusan massa dari Partai Merdeka meninggalkan tempat kampanye di Lapangan Gajah Mada, Jl Krakatau, Medan, Sumatera Utara, Selasa. Mereka tak mau melanjutkan kampanye kabarnya karena merasa ti-dak diperdulikan ketua partai itu.

Sikap Netral

Tentang pembatalan aula untuk kampanye PBB, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PBB Sumsel, Komala Jaya Yusuf membenarkannya. Namun dia tidak mengetahui secara persis apa penyebab pihak pengelola membatalkan kampanye partainya.

Kepala SMKN 6 Palembang Drs Firhan menyatakan, pembatalan itu berkaitan dengan sikap netral lembaga pendidikan. Sebelumnya, memang pihaknya mengizinkan PBB berkampanye di aula, tetapi setelah dikonsultasikan dengan Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Palembang Dra Sumaiyah, disarankan agar pihaknya bersikap netral.

Kadis Diknas Sumaiyah sendiri menyatakan bahwa keputusan tentang penyewaan gedung adalah wewenang sekolah bersangkutan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palembang Kms hoirul Muklis menyayangkan sikap sekolah. Kalau memang netral, harus konsisten. Jangan sampai nanti ada partai lain yang diperbolehkan.

Pihak PBB sendiri belum mengambil sikap atas batalnya kampanye yang rencananya bakal melibatkan sekitar 500 pendukung dan simpatisan "Kita lihat saja nanti, sebab kami enggak tahu apa dasar pembatalan itu, karena izin polisi juga sudah diperoleh,"ujar Komala.

Sementara itu, tentang "merajuk"-nya massa Partai Merdeka, Wakil Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Partai Merdeka Sumut, Feri, mengaku tidak mengetahui penyebab pulangnya simpatisan dan kader dari parpol mereka. "Saya tidak tahu persis apa penyebabnya. Yang jelas, itu namanya sudah ngawur," katanya. (AHS/133/141)


Last modified: 17/3/04