SUARA PEMBARUAN DAILY

Kebocoran Pipa Gas di Babelan

Warga Dapat Bantuan Rp 15.000/Orang

BEKASI - Hingga Rabu pagi, dua korban keracunan gas dari Desa Buni Bakti masih dirawat di RSU Bekasi. Sementara itu, sekitar 1.800 warga masih diungsikan keluar lokasi sumur minyak dan gas Pondok Tengah 01, Desa Buni Bakti, Babelan, Bekasi. Mereka masih berada di Kantor Kepala Desa Buni Bakti dan sekolah.

Menurut Humas DOH (Daerah Operasi Hulu) Pertamina Jawa Bagian Barat, Sri Kustini, korban akibat kebocoran gas yang terjadi pada Selasa (16/3) tercatat sebanyak 1.500 orang dari Desa Uripjaya dan 258 orang dari Desa Buni Bakti. "Saat ini para warga sudah mendapat bantuan makanan dan minuman," kata Sri.

Namun, warga mengaku belum mendapatkan bantuan. "Belum semua, banyak yang belum mendapat bantuan makanan," kata Nasrun warga Desa Buni Bakti, Rabu (17/3).

Menurut Manager Umum DOH Pertamina Jawa Bagian Barat, Bambang Busono saat ini pihaknya sudah memutuskan untuk menggantikan bantuan makanan dengan uang tunai.

"Sedang kita data karena sebagian warga ada yang meminta diganti uang tunai saja, juga karena sulit bagi kita untuk menyediakan makanan jadi karena warga tidak bisa memasak untuk sementara ini maka kita berikan saja uang tunai agar bisa dibelikan makanan," kata Bambang.

Menurut dia, nilai bantuan yang akan diberikan kepada warga adalah Rp 15.000 tiap orang dewasa per hari. Namun menurutnya belum bisa dihitung berapa total bantuan karena saat ini pihak Pertamina sedang mendata jumlah warga yang menjadi korban. "Akan kita berikan bantuan terus sampai masalahnya selesai, sampai mereka bisa pulang," kata Bambang.

Dikatakan, Pertamina siap mengganti lahan pertanian warga yang rusak maupun hewan ternak yang menjadi korban. "Kalau mereka tidak bisa kerja, ya nanti kita hitung kerugiannya berapa," katanya.

Kebocoran sumur minyak dan gas, menurut Bambang, merupakan kecelakaan. "Ada kesalahan dalam prediksi besaran tekanan gas yang keluar. Tekanan yang keluar pada saat uji coba lebih besar dari perkiraan," ujarnya.

Saat ini pihak Pertamina sudah mendatangkan alat berat untuk melakukan perbaikan. "Kita akan tutup sumur gas sementara," kata Bambang. Sumur Pondok Tengah 01 sendiri selesai dieksplorasi pada 15 Oktober 2003 dengan kedalaman 2.311 meter, namun belum sempat diuji coba.

Setelah diketahui bahwa terjadi kebocoran gasw warga sudah diungsikan sementara ke tanggul kali. "Warga dilarang tidak menyalakan api, merokok, dan memasak," ujar Bambang.

Sementara itu, Ketua Tim Pembela Masyarakat Babelan (TPMB) Syahid Qurtubi, mengatakan, Pertamina telah melakukan kesalahan besar. "Bagaimana mungkin bisa terjadi? Itu artinya Pertamina main-main dalam melakukan perhitungan pembangunan kilang. Harusnya ada perhitungan matang dan akurat. Itu sama dengan meremehkan jiwa banyak manusia," ujarnya.

Menurut Syahid, kilang minyak seharusnya minimal berada 1 kilometer dari pemukiman di sekitarnya. (B-14)


Last modified: 17/3/04