DAVAO - Komisi Pemilihan Umum Filipina (Comelec) membutuhkan sebuah keajaiban untuk mengeluarkan petisi yang mendiskualifikasi Presiden Gloria Macapagal Arroyo, yang dituduh melakukan pelanggaran soal kampanye di televisi.
Pernyataan itu diungkapkan oleh Eddie Vilanueva dari Bangon Pilipinas Party, Selasa (16/3), di Davao, menanggapi pelanggaran yang dilakukan oleh Arroyo soal kampanye di televisi.
"Setiap orang tahu adanya pelanggaran peraturan Comelec , tetapi tidak seorang pun percaya kalau Comelec dapat menyalahkan presiden," ujar Villanueva, yang berada di Kota Davao berbarengan dengan kunjungan Arroyo ke tempat itu.
Ia mengatakan, sangat tidak mungkin menuduh seorang presiden melanggar peraturan pemilu, walaupun ada bukti yang menunjukkaan kesalahan itu. Comelec dipimpin oleh Benjamin Abalos, mantan pejabat Partai Lakas, yang dipimpin Arroyo.
Menurut Villanueva, hanya pemerintahan yang berbudi baik akan mempunyai keberanian untuk melaksanakan hukum dengan baik dan benar.
Jose Vicente B Salazar, anggota kelompok Pro Konstitusi (Pro-Con), Senin (15/3) meminta Comelec untuk mendiskualifikasi Arroyo langsung, karena sudah melanggar batas waktu penaya-ngan iklan kampanye di televisi. Menurutnya, sejak 10 Februari hingga 11 Maret waktu penayangan iklan itu mencapai 189 menit, sedangkan waktu yang ditetapkan Comelec mengenai penayangan iklan selama masa kampanye hanya 120 menit.
Pro-Con adalah kelompok yang sama yang melaporkan Philippine Health Insurance Corp dan Philippine Charity Sweepstakes Office (PCSO) ke Comelec, karena telah menggunakan uang pemerintah untuk mendukung kampanye Arroyo. Sejak dimulainya kampanye, presiden telah menyerahkan ribuan kartu asuransi kesehatan kepada masyarakat, tujuannya supaya menghindari kesan bahwa dia telah menelantarkan anak-anak.
Sementara itu, Comelec telah mendiskualifikasi calon presiden Filipina Eddie Gil, sehingga tidak bisa ikut pemilu pada 10 Mei mendatang. Padahal sebelumnya dia mengklaim memiliki aset senilai US$ 20 miliar, tetapi kenyataannya Comelec menyatakan dia kekurangan dana dan mesin politik.
Gil dinyatakan tidak memiliki kemampuan apa-apa dan tidak mempunyai dukungan publik sedikit pun. Dia dinilai tidak memiliki niat dan perhatian apapun mencalonkan diri sebagai presiden
Sedangkan Arroyo tetap tenang-tenang saja walaupun ada tuntutan pendiskualifikasiannya. "Kasus ini sudah dilaporkan, dan ini merupakan bagian dari proses hukum dan pengacara saya akan menanganinya," ujar Arroyo dalam jumpa pers di Marco Polo Davao, sambil menambahkan bahwa dia tidak melanggar sedikit pun peraturan Comelc soal airtime iklan tersebut.
Sementara itu, seorang calon senator Miriam Defensor-Santiago mengatakan, tidak ada dasar hukum untuk mendiskualifikasi kasus Arroyo ini. "Anggap saja dia terbukti bersalah, melanggar batas waktu penayangan iklan, dia bisa saja diampuni," Santiago menjelaskan.
Namun secara konstitusional, Arroyo sebagai seorang yang memegang jabatan presiden bisa saja dia diberi pengampunan.
Karena itu, "walaupun dia terbukti melanggar, dia dapat dengan mudah memperoleh pengampunan," tegas Santiago, mantan Hakim Pengadilan Wilayah Quezon City.
Bahkan tambah calon senator itu, walaupun para pengacara Comelec memutuskan untuk melaporkan ke pengadilan, maka hakim di pengadilan itu tetap harus menggelar pengadilan itu secara penuh yang diperkirakan membutuhkan waktu setahun.
Mungkin saja, katanya, Comelec membatalkan tuduhan Pro-Con itu pada penyelidikan awal, karena pada 18 Februari Comelec mengeluarkan sebuah ketentuan baru soal perluasan batas waktu penayangan. Awalnya iklan kampanye di televisi itu selama 120 menit berlaku untuk penayangan di seluruh stasiun televisi, tetapi ketentuan baru menyebutkan batas waktu 120 menit itu berlaku untuk masing-masing televisi.
(INQ7.net/Philstar.com/AP/E-4)