PT Aneka Tambang Tbk (Antam) membukukan peningkatan penjualan bersih Rp 2,138 triliun pada 2003, atau naik 25 persen dibandingkan Rp 1,711 triliun pada tahun sebelumnya. Dalam penjelasan kinerja yang diumumkan, Selasa (16/3), manajemen Antam mengatakan, peningkatan penjualan perseroan dipicu kenaikan harga emas dan nikel dunia, sepanjang 2003. Harga emas telah mengalami kenaikan sebesar 17 persen di pasar internasional begitu pula dengan nikel yang naik rata-rata 37 persen.
Sedangkan untuk saprolite nickel dan limonite nickel masing-masing naik 30 persen dan 82 persen.
Peningkatan penjualan tersebut, membuat laba bersih 2003 unaudited (belum diaudit) perusahaan pertambangan BUMN itu, juga naik 20,25 persen menjadi Rp 242,932 miliar dibandingkan Rp 202,022 miliar pada 2002.
Sementara laba usaha perusahaan pertambangan BUMN itu, naik lebih dari 66 persen menjadi Rp 468 miliar dari Rp 282,588 miliar pada tahun sebelumnya. Ditam- bahkan, total aset perseroan tahun 2003 juga naik menjadi Rp 4,265 triliun dari Rp 2,487 triliun pada 2002. (J-9)
PT Palm Asia Corpora Tbk (PAC) merencanakan untuk melakukan penawaran umum terbatas (right issue) sebanyak 750 juta saham seri B dengan nilai nominal Rp 100 dan ditawarkan pada harga Rp 100.
Dalam laporannya kepada Bursa Efek Jakarta, Selasa (16/3), manajemen PAC menyatakan, setiap pemegang saham seri A yang tercatat hingga 21 April 2004, berhak atas 30 hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) untuk membeli 30 saham baru seri B yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham. Periode pelaksanaan HMETD itu dimulai 23 April 2004 sampai 30 April 2004.
Dijelaskan, pemegang saham lama, yakni PT Plaspac Ethylendo Prima, telah bersedia untuk melaksanakan HMETD dengan membeli saham baru seri B sebanyak 113,400 juta dengan nilai Rp 11,340 miliar. Jika pemegang saham lama lainnya tidak menggunakan HMETD, maka hak tersebut akan dieksekusi oleh penjamin emisi yang menjadi pembeli siaga.
Adapun penjamin emisi dalam right issue PAC adalah PT Danareksa Sesurities, PT Batavia Artatama Securindo dan PT Maxxi Securities. (J-9)